Download



Rabu, 05 Februari 2014

materi kuliah (pengelolaan pendidikan)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang Masalah
Sekolah merupakan bentuk pendidikan formal bagi manusia yang di dalamnya mengembangkan kemampuan manusia baik dari akademik maupun non-akademik. Oleh sebab itu, tiap sekolah memiliki program tertentu sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan visi misi sekolah. Program-program ini, selain dikelola dengan baik, memerlukan pula dukungan dari masyarakat.
Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan orang dengan berbagai ragam kualitas diri yang tidak berpendidikan sampai dengan  yang berpendidikan. Sementara itu, dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis.
Pimpinan sekolah perlu membina hubungan baik antara sekolah dan masyarakat. Diharapkan ada hubungan timbal balik antara kedua belah pihak yaitu sekolah memberi informasi tentang program dan masalah yang dihadapi sekolah. Sedangkan, masyarakat diharapkan bersimpati akan hal-hal tersebut. Selain itu, sekolah perlu mengkoordinasikan dan menyelaraskan sumber daya yang ada di dalam dan luar sekolah untuk mewujudkan sekolah yang bermutu.
Dengan adanya kerja sama dari sekolah dan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan peserta didik, maka akan menghasilkan anak didik yang tidak hanya unggul di bidang akademik tetapi juga mampu hidup bermasyarakat. Sebab, mereka adalah bagian dari sistem masyarakat. Oleh sebab itu, makalah ini akan membahas tentang manajemen hubungan yang baik dan berkelanjutan antara sekolah dan masyarakat. 
1.2    Rumusan Masalah
1.   Apa pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat?
2.   Apa prinsip dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat?
3.   Apa tujuan, fungsi serta manfaat hubungan sekolah dengan masyarakat?
4.   Apa sajakah unsur-unsur yang terlibat dalam hubungan sekolah dengan masyarakat?
5.   Bagaimana teknik pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat?
1.3    Tujuan
1.   Dapat menjelaskan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat
2.   Dapat menjelaskan prinsip dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat
3.   Dapat menjekaskan tujuan, fungsi serta manfaat hubungan sekolah dengan masyarakat
4.   Dapat menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam hubungan sekolah dengan masyarakat
5.   Dapat menjelaskan teknik pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyara
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Konsep Dasar Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Sekolah sebagai lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat, harus memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Sekolah mempunyai kewajiban secara legal dan moral untuk selalu memberikan penerangan kepada masyarakat tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan dan keadaannya, dan sebaliknya sekolah harus mengetahui dengan jelas apa kebutuhan, harapan, dan tuntutan masyarakatnya.
Makin majunya pengertian masyarakat akan pentingnya pendidikan anak-anaknya, maka merupakan kebutuhan vital bagi sekolah dan masyarakat untuk menjalin kerjasama. Kerjasama tersebut dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada umumnya, dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya.
Secara etimologis, “hubungan masyarakat” diterjemahkandari perkataan bahasa Inggris “public relation”, yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai hubungan timbal balik antara suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.
Pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilihat dari beberapa definisi berikut ini. Menurut KindredLeslie, dalam bukunya “School Public Relation” mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut : “hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah”.
Selanjutnya Onong U. Effendi dalam bukunya “Human Relations and Public Relations dalam Management” (1973:55) mengemukakan bahwa public relations adalah kegiatan berencana untuk menciptakan, membina, dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi organisasi di satu pihak dan public di lain pihak.Untuk mencapainya adalah dengan jalan komunikasi yang baik dan luas secara timbal balik.
Pada dasarnya pengertian-pengertian di atas, mengandung makna pokok yang sama, bahwa hubungan masyarakat adalah merupakan kegiatan manajemen dalam menciptakan hubungan harmonis antara suatu lembaga dengan masyarakatnya.


2.2    Prinsip-prinsip dan Metode dalam Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Dalam hubungan sekolah dengan masyarakat hendaklah selalu berpegang kepada Prinsip-prinsip yang dijadikan landasan/pedoman bagi tindakan dan kebijaksanaan yang akan diambil. Adapun prinsip-prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dirangkum sebagai berikut:
1.   Kerjasama harus dimodali dengan itikad baik untuk menciptakan citra baik tentang pendidikan.
2.   Pihak awam dalam berperan serta membantu dan merealisasikan program sekolah, hendaknya menghormati dan mentaati ketentuan/peraturan yang diberlakukan di sekolah.
3.   Berkaitan dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih berkewajiban dan lebih berhak menanganinya.
4.   Segala saran yang berkaitan dengan kepentingan sekolah harus disalurkan melalui lembaga resmi yang bertanggungjawab dalam melaksanakannya.
5.   Partisipasi/peranserta masyarakat tidak saja dalam bentuk gagasan/usulan/saran tetapi juga berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakan benar-benar bermanfaat bagi kemajuan sekolah.
6.   Peran serta masyarakat tidak dibatasi oleh jenjang sekolah tertentu, sepanjang tidak mencampuri urusan teknis edukatif/akademis.
7.   Peran serta masyarakat akan bersifat konstruktif, apabila mereka sebagai awam diberi kesempatan mempelajari dan memahami permasalahan serta cara pemecahannya bagi kepentingan dan kemajuan sekolah.
8.   Supaya sukses dalam “salin berperan serta”, haruslah dipahami betul nilai, cara kerja dan pola hidup yang ada dalam masyarakat.
9.   Kerjasama harus bekembang secara wajar, diawali dari yang paling sederhana, berkembang hingga hal-hal yang lebih besar.
10.    Efektivitas keikutsertaan para awam perlu dibina hingga layak dalam mengembangkan gagasan/penemuan, saran, kritik sampai pada usaha pemecahan dan pencapaian keberhasilan bagi kemajuan sekolah.

2.3    Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Lembaga Sekolah dan Masyarakat

1.   Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Secara umum sebenarnya telah tergambarkan di dalam pengertian yang telah dipaparkan dimuka.Tujuan yang dimaksud adalah untuk menciptakan hubungan sekolah dengan masyarakat secara harmonis, untuk meningkatkan kemajuan pendidikan di sekolah.Disamping itu, agar masyarakat dapat mengambil manfaat dengan turut menikmati kemajuan yang dicapai oleh sekolah.
Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat di atas masih mengandung pengertian yang luas, sehingga tidak menutup kemungkinan menimbulkan tafsiran-tafsiran atau pertanyaan-pertanyaan tertentu.Oleh karena itu tujuan seperti di atas perlu dioperasikan secara khusus.
Elsbree telah mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut:
a.    Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
b.   Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c.    Untuk mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.

Ketiga tujuan tersebut menggambarkan adanya “two way trafic” atau dua arus komunikasi yang saling timbal balik antara sekolah dengan masyarakat.Hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila terjadi kesepakatan antara sekolah dengan masyarakat tentang “policy” (kebijakan), perencanaan program dan strategipelaksanaan pendidikan di sekolah. Dengan demikian tidak ada lagi “barrier” atau penghalang dalam melaksanakan program hubungan sekolah dengan masyarakat.

2.   Fungsi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Sebelum membahas fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat, dibawah ini dibahas bagaimana fungsi sekolah dalam masyarakat dan fungsi masyarakat dalam pendidikan di sekolah.
v Fungsi Sekolah dalam Masyarakat
1)  Sekolah sebagai lembaga pembaharu (agent of change), yang mengintrodaksi perubahan pengetahuan, cara berpikir, pola hidup, kebiasaan dan tata cara pergaulan, dan sebagainya.
2)  Sekolah sebagi lembaga seleksi (selecting agency), yang memilih/membeda-bedakan anggota masyarakat menurut kemampuan dan potensinya dalam memberikan pembinaan sesuai dengan kemampuan itu, agar setiap individu/anggota masyarakat  dapat dikembangkan dan dimanfaatkan potensinya semaksimal mungkin.
3)  Sekolah sebagai lembaga peningkat (class leveling agency ), yang membantu meningkatkan taraf sosial warga negara dan dengan demikian mengurangi/menghilangkan perbedaan “kelas” dalam masyarakat.
4)  Sekolah sebagai lembaga asimilasi (assimilating agency ), yang berusaha mengurangi/menghilangkan perbedaan-perbedaan atas tradisi, adat dan kebudayaan, sehingga terdapat usaha penyesuaian diri yang lebih besar dalam persatuan dan kesatuan bangsa.
5)  Sekolah sebagai lembaga pemeliharaan kelestarian ( agent of preservation ), yang memelihara dan meneruskan sifat-sifat budaya yang patut dipelihara dan diteruskan.

v Fungsi Masyarakat dalam Pendidikan di Sekolah
Sekolah adalah dari dan untuk masyarakat, merupakan lembaga sosial yang diselenggarakan dan dimiliki oleh masyarakat itu baik secara langsung maupun todak langsung melalui pemerintahnya.Kerena itu sekolah merupakan satu bagian/komponen dari keseluruhan sistem kehidupan masyarakat.                                                             
Dalam keseluruhan sistem diatas, masyarakat merupakan:
1)  Sumber (suplier) yang menyediakan peserta didik, guru, sarana dan prasarana penyelenggaraan sekolah.
2)  Konsumen hasil pendidikan sekolah, yang mnerima kembali dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi lulusan sekolah itu.
3)  Peserta dalam proses pendidikan sekolah, yang terus menerus mengikuti dan turut mempengaruhi proses pendidikan di sekolah.
Pentingnya peranan masyarakat sebagai “peserta” ini, masih kurang disadari oleh pihak profesional (pendidik dan guru) di sekolah.
Dari pembahasan mengenai sekolah dalam masyarakat dan fungsi masyarakat dalam pendidikan di sekolah tadi, maka fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dirumuskan sebagai berikut:
1)  Mengembangkan pengertian masyarakat tentang semua aspek pelaksanaan program di sekolah.
2)  Dapat menetapkan bagaimana masyarakat terhadap sekolah dan apa harapan-harapoannya mengenai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
3)  Memperoleh bantuan secukupnya, dari masyarakat untuk sekolahnya, baik finansial, material maupun moril.
4)  Menimbulkan rasa tanggung jawab yang lebuh besar pada masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dapat diberikan oleh sekolah.
5)  Merealisasikan perubahan-perubahan yang diperlukan dam memperoleh fasilitas dalam merealisasikan perubahan-perubahan itu.
6)  Mengikutsertakan masyarakat secara kooperatif dalam usaha-usaha memecahkan persoalan pendidikan.
7)  Meningkatkan semangat kerja sama antara sekolah dengan mayarakat, dan meningkatkan partisipasi kepemimpinan untuk meningkatkan kehidupan dalam masyarakat.

3.     Manfaat Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

1)  Penentuan dan sumber kebutuhan belajar. Kualitas murid dalam arti bahwa sekolah yang bersangkutan tidak akan kekurangan murid yang meminatinya sehingga dapat memperoleh murid yang baik serta mampu mempertahankannya untuk tetap mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.
2)  Tersedianya tempat-tempat penelitian. Untuk mengimbangi teoi yang diperoleh di sekolah diperlukan praktek lapangan.Untuk mendapatkan praktek ini banyak dijumpai kesulitan-kesulitan bila ternyata sekolah tersebut kurang mendapat tempat dihati masyarakatnya. Oleh sebab itu hubungan yang baik dengan masyarakat sangat diperlukan.
3)  Pemenuhan srana dan prasarana. Banyak diantara sekolah-sekolah yang terbentur pada masalah sarana dan prasarana dalam usaha melayani pendidikan untuk masyarakatnya. Melalui hubungan baik dengan masyarakat memungkinkan dapat membantu dalam pemecahan masalah tersebut.
4)  Pemenuhan sumber dana daya manusia yang terungkap dalam cipta, rasa, karsa, dan karyanya.
2.4    Unsur – unsur Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Unsur – unsur yang terlibat dalam hubungan sekolah dengan masyarakat antaralain:
v Sekolah
Sebagai pusat pendidikan formal, sekolah lahir dan berkembang dari pemikiran efisiensi dan efektivitas pemberian pendidikan bagi warga masyarakat.Artinya bahwa sekolah sebagai pusat pendidikan formal merupakan perangkat masyarakat yang diserahi kewajiban memberikan pendidikan.Sekolah merupakan lembaga sosial yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat, oleh karena itu segala bentuk dan tujuan sekolah kesemuanya warga masyarakat sebagaimana menjadi target atau sasaran pendidikan di masyarakat yang bersangkutan.
v Orang tua Murid
            Hubungan sekolah dengan orang tua murid hendaknya dibawa ke dalam hubungan yang konstruktif dengan program di sekolah. Orang tua tidak dapat terlepas sama sekali dari hubungannya dengan sekolah. Oleh karena itu hubungan antara keduanya hendaklah dibimbing lebuh simpatik, dan ini adalah merupakan tugas kepala sekolah.
v Murid dan Guru
            Murid merupakan unsur sekolah yan sangat penting, begitu juga guru. Tanpa adanya murid, sekolah tidak akan ada. Dia berasal dari lingkungan masyarakat yaitu keluarga yang memperoleh ilmu pengetahuan, dan pendidikan dari persekolahan dengan perantaraan guru.

2.5    Teknik – teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk memberikan gambaran tentang sekolah yang perlu diketahui masyarakat, antara lain:
1.   Laporan kepada orang tua murid, Laporan ini dapat dilakukan setiap triwulan, caturwulan, semester, atau tahunan. Laporan tersebut tidak hanya berupa angka – angka, akan tetapi menyangkut informasi bersifat diagnostik, artinya dalam laporan tersebut dicantumkan pula kelebihan dan kelemahan peserta didik.
2.   Buletin sekolah, Buletin ini berisi kegiatan – kegiatan sekolah, artikel guru dan murid, pengumuman-pengumuman sekolah, dan lain-lain.
3.   Surat kabar, Isinya menyangkut segala aspek yang menunjang kesuksesan program pendidikan.
4.   Pameran sekolah, merupakan metode untuk memberikan gambaran tentang keadaan sekolah dengan berbagai aktivitasnya.
5.   “ Open House “ untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengetahui sekolah serta mengobservasi kegiatan dan hasil kerja murid dan guru sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
6.   Kunjungan ke sekolah (school visitation) teknik memberikan kesempatan kepada orang tua murid untuk melihat kegiatan murid, keadaan sekolah pada saat pelajaran berlangsung.
7.   Kunjungan ke rumah  murid (home visitation), dilakukan untuk melihat latar belakang  kehidupan murid, disamping mempererat  hubungan antara sekolah dengan orang tua murid.
8.   Melalui penjelasan oleh staf sekolah, Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personil sekolah turut aktif mengambil bagian dalam mensukseskan hubungan sekolah dengan masyarakat. Para personil sekolah dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang kebijakan-kebijakan, program-program organisasi sekolah.
9.   Gambaran keadaan sekolah melalui murid, Murid dapat juga didorong untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang keadaan sekolah. Jangan sampai murid menyebarluaskan isu-isu yang tidak baik mengenai sekolah kepada masyarakat.
10.    Melalui radio dan televisi, Radio dan televisi memiliki daya kuat untuk menyebarkan pengaruh melalui informasi yang disiarkannya. Radio dan televisi cepat sekali membentuk “public opinion” yang sangat dibutuhkan dalam program hubungan sekolah dengan masyarakat ini. Melalui radio dan televisi, masyarakat akan lebih mengenal situasi dan perkembangan sekolah. Melalui radio dan televisi sekolah dapat menyampaikan berita-berita dan pengumuman-pengumuman yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk apabila ada permohonan sumbangan dari pihak sekolah. Hal ini untuk menghindari kesalahan penyampaian informasi yang sering dilakukan oleh anak-anak kepada orang tuanya, bahkan anak minta iuran yang sebenarnya tidak ditarik oleh sekolah.
11.    Laporan tahunan, Laporan tahunan disusun oleh kepala sekolah untuk memberikan kepada Pengawas sekolah atau kepala Kantor Departemen atau kepada atasannya. Kepala sekolah dapat menugaskan kepada stafnya atau langsung dia sendiri memberi informasi ini kepada masyarakat.Isi informasi tersebut berkenaan dengan isi laporan tahunan itu. Isi laporan tahunan tersebut antara lain mencakup kegiatan yang telah dilakukan, kurikulum, personalia, anggaran dan situasi dan kondisi murid.

2.6    Pemberdayaan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Seperti telah diuraikan pada fungsi masyarakat terhadap sekolah, maka berikut ini akan memperjelas pemahaman tentang sumber-sumber yang dapat digali dari pihak masyarakat, antara lain:
a)   Sumber Manusiawi
Orang-orang terkemuka/berpengaruh, cendikiawan, para ahli dengan keterampilan tertentu, orang dermawan dan sosiawan, dan sebaginya yang dapat memberikan bantuan/partisipasinya dalam proses pendidikan disekolah.
b)  Sumber Sosial
Berupa kelompok, organisasi, baik formal maupun informal dengan berbagai norma, peraturan kebiasaan-kebiasaan yang turut mempengaruhi proses pendidikan di sekolah.
c)   Sumber Kebudayaan dan Agama
Dengan berbagai nilai hidup dan kehidupan, tradisi, ajaran, serta kebudayaan dan kesenian yang turut membina dan memperkaya pendidikan di sekolah.
d)  Sumber Lingkungan Fisik
Keadaan alam dengan segala kekayaannya yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan di sekolah.
e)   Sumber Materi Keuangan
Yang datangnya secara formal dari pemerintah dan secara informal dari pihak-pihak lain dalam masyarakat.

2.7    Partisipasi Masyarakat
Berkomunikasi sampai menimbulkan relasi, akhirnya diharapkan dapat membina partisipasi masyarakat.
Dengan partisipasi dimaksudkan bukan hanya “pasif” yang tidak menolak suatu gagasan atau ajakan, tetapi harus “aktif” menerima gagasan dan ajakan itu, dan berusaha mensukseskannya.
Sumbangan dalam partisipasi dapat diperinci menurut jenisnya sebagai berikut:
1.   Partisipasi buah pikiran/ide
Sumbangan pikiran, pengalaman dan pengetahuan, yang diberikan dalam pertemuan, diskusi, rapat,dan sebagainya sehingga menghasilkan suatu keputusan.
2.   Partisipasi tenaga
Dengan memberikan tenaga (dan waktu) untuk menghasilkan sesuatu yang telah diputuskan.
3.   Partisipasi keahlian/keterampilan
Dimana seseorang bartindak sebagai ahli, penasehat, resources, dan sebagainya.Yang diperlukan dalam kegiatan pendidikan di sekolah.

4.   Partisipasi harta benda
Berupa iuran atau sumbangan, baik dalam bentuk benda atau uang, secara tetap atau insidental.
Ada beberapa prasyarat untuk dapat menciptakan partisipasi, yaitu:
·     Adanya rasa senasib-sepenanggungan: bahwa maju mundurnya sekolah berarti maju mundurnya masyarakat.
·     Keterikatan terhadap tujuan: bahwa tujuan pendidikan di sekolah adalah tujuan masyarakat di mana sekolah itu berada.
·     Adanya prakarsawan: diperlukan kepemimpinan, baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak profesional, yang dapat menimbulkan motivasi untuk bekerjasama.
·     Adanya iklim (suasana/situasi) yang baik: hubungan antar anggota masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa, harga menghargai, tidak ada curiga mencurigai, iri hati, dan sebagainya.

2.8    Jenis Hubungan Masyarakat dengan Sekolah
Jenis hubungan sekolah dan masyarakat dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:
1.   Hubungan edukatif, ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap pada diri anak.
2.   Hubungan kultural, yaitu usaha kerja sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Untuk itu diperlukan hubungan kerja sama antara kehidupan di sekolah dan kehidupan dalam masyarakat. Kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan perkembangan masyarakat. Demikian pula tentang pemilihan bahan pengajaran dan metode-metode pengajarannya.
3.   Hubungan institusional, yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti hubungan kerja sama antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah lainnya, kepala pemerintah setempat, ataupun perusahaan-perusahaan Negara, yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya (Purwanto, 2005: 193).
2.9    Usaha Mengenal Masyarakat
Sebelum sampai ketaraf kerjasama, dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sekolah diperlukan persiapan-persiapan yang mendalam, terutama usaha-uasha untuk mengenal masyarakat.Bukan saja masyarakat harus mengenal sekolahnya, tetapi juga (bahkan sangat perlu) sekolah harus mengetahui opini-opini yang ada dalam masyarakat, mengetahui sikapnya terhadap pendidikan, mengetahui sumber-sumber pengaruh yang dapat mengubah pendapat umum terhadap sekolah, dan sebagainya.
Seperti biasanya dilakukan survey terlebih dahulu “ asosiological survey is the method of obtaining information on life within the geographical area served by the school” (L. W. Kindred, 1957:39).
Hal-hal yang perlu diteliti untuk diketahui, ialah yang secara langsung atau tidak langsung dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk membina hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu:
1.   Karakteristik populasi: jumlah, kelamin, distribusi umur, jumlah dan batas-batas umur-sekolah, pekerjaan, dan sebagainya.
2.   Ekonomi: income, sumber-sumber penghasilan, distribusi kekayaan, jumlah/presentase penganggur/yang bekerja, dan sebagainya.
3.   Organisasi-organisasi: formal, informal, organisasi sosial, organisasi keagamaan, dan hubungan antara organisasi-organisasi.
4.   Saluran-saluran komunikasi: saluran vertikal, horizontal baik formal maupun informal.
5.   Kepemimpinan yang memegang peran dalam masyarakat: formal, informal, perorangan atau lembaga.
6.   Kegiatan-kegiatan masyarakat: terutama dalam bidang pendidikan.
7.   Tenaga Kependidikan di masyarakat.

Untuk memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber-sumber informasi di atas dapat dilakukan dengan cara: interview, mengadakan angket/questionaire, mempelajari dokumen/catatan, dan membentuk advisory commitees (Panitia Penasehat) yang terdiri dari orang-orang di luar pendidikan.
Data hasil survey itu, setelah disusun dan dianalisa, akan cukup memberikan keterangan mengenai masyarakat, sehingga lebih mudah untuk dihubungi dan diajak berpartisipasi dalam usaha-usaha pendidikan di sekolah yang dirasakan semakin penting dalam membantu kemajuan dunia pendidikan modern dewasa ini.








BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnya merupakan suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Jika hubungan sekolah dan masyarakat berjalan dengan baik, rasa tanggung jawab dan partisipasi masyarakat untuk memajukan sekolah juga akan baik dan tinggi. Agar tercipta hubungan dan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.
Kehadiran sekolah berlandaskan kemauan baik negara dan masyarakat yang mendukungnya. Oleh karena itu orang-orang yang bekerja di sekolah mau tidak mau harus bekerja sama dengan masyarakat. Masyarakat disini dapat berwujud orang tua murid, badan-badan, organisasi, baik negeri maupun swasta.Salah satu alasan mengapa sekolah perlu dukungan dari masyarakat tempat sekolah itu berada ialah karena sekolah harus dibiayai.

3.2 Saran
Hubungan antara sekolah dengan masyarakat memerlukan manajemen yang baik agar kedua balah pihak sama-sama mendapatkan manfaat dari hubungan ini.Perlu adanya partisipasi aktif dari sekolah untuk mengambil inisiatif serta peran aktif masyarakat untuk mengemukakan pendapat dan ide terhadap usaha pengembangan peserta didik sesuai dengan perkembangan zaman dan hal-hal lain yang terjadi di masyarakat. Oleh sebab itu, sekolah perlu mengembangkan kerja sama yang baik dengan masyarakat, terutama dalam hal pendidikan anak, sebab anak tidak hanya belajar di sekolah tetapi juga di masyarakat dan nantinya anak itu akan terjun di dalam kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurachman, O. 1975.Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Alumni.
Rifai, Moch, dan Y Mamusung. 1990. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat. Bandung: FIP IKIP Bandung